Mengenal Keyword Stuffing dan Mengapa Kita Harus Menghindarinya

Keyword atau kata kunci adalah hal terpenting dalam optimalisasi SEO. Penggunaan keyword yang tepat bisa mengoptimalkan SEO sehingga website akan naik dan diprioritaskan oleh Google. Namun, banyak orang yang belum paham dan melakukan kesalahan seperti keyword stuffing.  Nah, bagi yang masih asing dengan istilah ini maka tidak perlu khawatir. Di bawah sudah kami jelaskan secara rinci yang bisa Anda simak dengan baik.

Pengertian Keyword  Stuffing

Sederhananya, keyword stuffing adalah penggunaan kata kunci yang berlebih dalam suatu tulisan atau artikel. Awalnya, orang melakukan hal ini supaya tulisan mereka memenangkan kompetisi SEO. Sehingga tulisan cepat naik dan lebih terlihat di mesin pencarian Google.

Sayangnya, penggunaan keyword yang berlebih justru bisa merusak konsep SEO. Bahkan hal ini bisa berdampak negatif untuk kredibilitas website kedepannya. Oleh karena itu, praktek keliru seperti ini wajib dikurangi bahkan harus dihindari.

Contoh dari keyword stuffing adalah penggunaan kata kunci yang berlebih. Tulisan bisa mengandung kata kunci yang sama dalam satu paragraf atau bahkan satu tulisan penuh. Apalagi jika pemilihan kata kunci tidak relevan maka bisa memperburuk kualitas SEO Anda.

Keyword Density

Ada formulasi khusus untuk mengoptimalkan penggunaan keyword dalam artikel. Contohnya adalah menghitung keyword density. Keyword density bisa menunjukkan persentase aman dalam penggunaan keyword sehingga lebih ramah terhadap SEO.

Lalu, apa itu keyword density? Sederhananya, keyword density adalah jumlah kata kunci ideal yang harus terdapat dalam artikel. Penulis harus menjaga persentasenya agar tetap rendah, di mana nilai idealnya adalah sekitar 2%.  Jadi, jika menulis artikel sebanyak 500 kata maka pengulangan keywordnya  tidak boleh lebih dari 10 kali.

Mengapa Harus Menghindari Keyword Stuffing?

Keyword stuffing sangat dihindari karena beberapa alasan, seperti:

  • Tidak SEO Friendly
  • Ranking website akan turun sehingga website sulit ditemukan oleh (calon) pelanggan
  • Tulisan bisa dianggap spam oleh Google
  • Tulisan kurang enak dibaca sehingga mengurangi kenyamanan pembaca
  • Menurunkan kredibilitas dan branding produk
  • Meningkatkan bounce rate

Cara Mengoptimalkan Keywords untuk SEO

Dari penjelasan di atas Anda bisa melihat dampak buruk dari keyword stuffing. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui strategi terbaik dalam menerapkan suatu kata kunci. Misalnya, menggunakan keyword yang relevan dengan konten dan produk yang ditawarkan. Atau, melakukan riset mendalam untuk menemukan kata kunci yang terbaik. Banyak tools gratis yang bisa digunakan oleh Anda. Selain itu ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan keywords, seperti:

  • Cek density keyword

Pertama, lakukan pemeriksaan terhadap density keyword dalam artikel. Pastikan kalau jumlahnya tidak melebih 2% agar lebih SEO friendly dan terbaca Google.

  • Pertimbangkan Keyword Turunan

Penggunaan keyword turunan dipercaya bisa meningkatkan peringkat SEO. LSI (Latent Semantic Index) dan keyword yang berhubungan dengan topik utama akan memperbaiki kualitas artikel Anda.

  • Perhatikan Penempatan Keyword

Selain harus menghitung jumlahnya, penempatan keyword ternyata bisa mempengaruhi kualitas SEO. Penempatan kata kunci yang tepat sebenarnya masih menjadi perdebatan. Namun, beberapa placement keyword yang banyak dipakai antara lain:

  • Judul
  • Sub judul
  • Meta deskripsi
  • Gambar
  • Pengoptimalan keyword di paragraf pertama, kedua dan ketiga
  • Paragraf akhir

Demikian penjelasan tentang keyword stuffing dan hubungannya dengan SEO. Nah, jika ingin konsultasi seputar keyword dan SEO maka bisa menghubungi Cv. Exito Bali. Web development ini bisa membantu meningkatkan kualitas website lewat strategi SEO yang ditawarkan. Bersama Cv. Exito Bali, Anda berpotensi menambah jumlah penjualan produk / jasa dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk menikmati jasa SEO di bali ini Anda bisa mengunjungi https://exitobali.net/.